(62-21) 5732241
customer.relation@rsjakarta.co.id
26987875
Follow Us:

Layanan

Orhodontic

Kawat gigi (behel) adalah jenis perawatan ortodonti, atau pengobatan yang ditujukan untuk memperbaiki letak gigi yang tidak beraturan atau menyesuaikan rahang atas dan bawah. Jika Anda memiliki gigi miring atau tidak sejajar (tidak klop untuk mengunyah dan menggigit), Anda dapat meluruskan gigi Anda dengan kawat gigi. Sebagian orang, terutama para artis, menggunakan kawat gigi untuk memperbaiki penampilan agar gigi mereka lebih rapi dan cantik.

Di Indonesia, penggunaan kawat gigi baru dimulai pada 1980-an dan semakin popular pada awal 2000-an hingga sekarang. Artinya, mengenakan kawat gigi sudah menjadi tren di semua lapisan masayarakat. Baik usia tua, muda, bahkan dikalangan anak-anak.

Ada dua jenis kawat gigi yang biasa digunakan, yaitu:

  • Kawat gigi permanen ialah kawat gigi kecil yang disemen pada gigi anda selama masa perawatan
  • Kawat gigi yang bisa dilepas

Manfaat kawat gigi lainnya adalah mencegah kerusakan gigi yang saling tumpang tindih (tak beraturan) dan bengkok. Pemasangan kawat bertujuan merapikan sekaligus mengantisipasi masalah kesehatan gigi dan mulut, yaitu gangguan pada sendi temporomandibula atau dikenal sebagai Temporomandibular Disorders (TMJ). Gangguan sendi temporomandibula terjadi karena tekanan atau stress sendi rahang, sering dialami oleh mereka yang mempunyai susunan gigi tak selaras.

Kawat gigi yang dalam bahasa Belanda disebut behel atau dalam bahasa Inggris disebut dengan braces, mereka yang memakai kawat gigi dalam dunia kedokteran gigi, disebut sebagai pasien dengan perawatan orthodontic

Gigi yang tersusun rapi lebih mudah dibersihkan, entah menggunakan sikat gigi atau benang gigi (dental floss). Berbeda dengan gigi yang tak tersusun rapi, sulit dibersihkan, bahkan rentan terhadap penyakit infeksi gusi dan gigi berlubang.

Lamanya perawatan orthodontik ini tergantung pada keparahan mal oklusi, jenis perawatan, dan kerjasama (ko-operatif-an) pasien untuk mematuhi jadwal kontrol. Jadwal kontrol bertujuan untuk mengaktifkan alat orthodontik yang dilakukan tiap 3-4 minggu sekali. Hal yang biasanya dirasakan pasien setelah kontrol adalah rasa kencang pada gigi geliginya.

Copyright © 2014 Rumah Sakit Jakarta